Tuesday, September 13, 2011

Purnama tidak bisa menentukan 1 Syawal

VIVAnews - Meski telah berlalu, keputusan pemerintah yang menentukan 1 Syawal 1432 Hijriah jatuh pada Rabu 31 Agustus 2011 masih terus jadi kontroversi. Belakangan bahkan muncul perdebatan dipicu penampakan bulan pada Senin malam 12 September 2011--yang dianggap sudah 100 persen alias puncak purnama menurut pandangan mata manusia di Bumi. Sejumlah orang berpendapat, jika dihitung mundur 15 hari, maka Senin lalu pada 29 Agustus 2011 semestinya sudah 1 Syawal.

Benarkah demikian?

Profesor riset astronomi-astrofisika LAPAN Thomas Djamaluddin menegaskan cara menentukan awal bulan Komariyah dengan purnama, tidak benar.

Ada dua alasan. "Pertama, tidak ada hukum agama yang mendukung itu. Penentuan awal bulan dikaitkan dengan ibadah, mengawali dan mengakhiri, semestinya didasarkan hukum agama (Syari), dan hanya menyebut hilal. Tidak ada yang mengaitkan dengan purnama," kata dia saat dihubungi VIVAnews.com, Selasa 13 September 2011.

Selain itu, dari segi ilmu astronomi, metode perhitungan mundur dari purnama juga tak berdasar. "Awal bulan ditentukan dengan batas. Secara observasional maupun teoretik ada batas awal. Hilal itu batas awal, dari semula tak terlihat menjadi terlihat," tambah dia.

Thomas menambahkan jika patokannya adalah purnama, "Tak bisa membedakan (puncak) purnama tanggal 13, 14, 15. Bagi orang awam bulatnya hampir sama."

Bagaimana jika ada yang menyebut tanggal 12 adalah purnama puncak?

"Dari dulu purnama bisa tanggal 12 sore, tapi orang awam tidak bisa menentukan bulatnya tanpa data terjadinya purnama," kata dia. Orang awam juga tak bisa menentukan awal purnama.

Hal lain, Thomas menambahkan, purnama terjadi pada pertengahan bulan. "Satu bulan rata-rata 29,5 hari. Jadi, pertengahan bulan rata-rata 14,76 hari sejak bulan baru. Artinya puncak purnama bisa malam tanggal 14, bisa malam 15. Tidak bisa dipastikan."

Thomas menegaskan kemunculan bulan purnama tak bisa memastikan tanggal 1 Syawal. "Perdebatan soal 1 Syawal tak bisa diselesaikan dengan purnama." (kd)
• VIVAnews
Post a Comment