Tuesday, September 12, 2017

Komponen Inderaja

Komponen-Komponen Penginderaan JauhSunting

Komponen Penginderaan Jauh

Sumber TenagaSunting

Sumber tenaga dalam proses inderaja terdiri atas :

Sistem pasif adalah sistem yang menggunakan sinar matahariSistem aktif adalah sistem yang menggunakan tenaga buatan seperti gelombang mikro

Jumlah tenaga yang diterima oleh objek di setiap tempat berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :

Waktu penyinaran

Jumlah energi yang diterima oleh objek pada saat matahari tegak lurus (siang hari) lebih besar daripada saat posisi miring (sore hari). Makin banyak energi yang diterima objek, makin cerah warna objek tersebut

2. Bentuk permukaan bumi
Permukaan bumi yang bertopografi halus dan memiliki warna cerah pada permukaannya lebih banyak memantulkan sinar matahari dibandingkan permukaan yang bertopografi kasar dan berwarna gelap. Sehingga daerah bertopografi halus dan cerah terlihat lebih terang dan jelas

3. Keadaan cuaca
Kondisi cuaca pada saat pemotretan mempengaruhi kemampuan sumber tenaga dalam memancarkan dan memantulkan. Misalnya kondisi udara yang berkabut menyebabkan hasil inderaja menjadi tidak begitu jelas atau bahkan tidak terlihat.

AtmosferSunting

Lapisan udara yang terdiri atas berbagai jenis gas, seperti O2, CO2, nitrogen, hidrogen dan helium. Molekul-molekul gas yang terdapat di dalam atmosfer tersebut dapat menyerap, memantulkan dan melewatkan radiasi elektromagnetik.

Di dalam inderaja terdapat istilah Jendela Atmosfer, yaitu bagian spektrum elektromagnetik yang dapat mencapai bumi. Keadaan di atmosfer dapat menjadi penghalang pancaran sumber tenaga yang mencapai ke permukaan bumi. Kondisi cuaca yang berawan menyebabkan sumber tenaga tidak dapat mencapai permukaan bumi.

Interaksi antara tenaga elektromagnetik dan atmosfer

Interaksi antara tenaga dan objekSunting

Interaksi antara tenaga dan objek dapat dilihat dari rona yang dihasilkan oleh foto udara. Tiap-tiap objek memiliki karakterisitik yang berbeda dalam memantulkan atau memancarkan tenaga ke sensor.

Objek yang mempunyai daya pantul tinggi akan terilhat cerah pada citra, sedangkan objek yang daya pantulnya rendah akan terlihat gelap pada citra. Contoh: Permukaan puncak gunung yang tertutup oleh salju mempunyai daya pantul tinggi yang terlihat lebih cerah, daripada permukaan puncak gunung yang tertutup oleh lahar dingin.

Sensor dan WahanaSunting

Sensor

Merupakan alat pemantau yang dipasang pada wahana, baik pesawat maupun satelit. Sensor dapat dibedakan menjadi dua :

Sensor fotografik, merekam objek melalui proses kimiawi. Sensor ini menghasilkan foto. Sensor yang dipasang pada pesawat menghasilkan citra foto (foto udara), sensor yang dipasang pada satelit menghasilkan citra satelit (foto satelit)Sensor elektronik, bekerja secara elektrik dalam bentuk sinyal. Sinyal elektrik ini direkam dalam pada pita magnetik yang kemudian dapat diproses menjadi data visual atau data digital dengan menggunakan komputer. Kemudian lebih dikenal dengan sebutan citra.Wahana

Adalah kendaraan/media yang digunakan untuk membawa sensor guna mendapatkan inderaja. Berdasarkan ketinggian persedaran dan tempat pemantauannya di angkasa, wahana dapat dibedakan menjadi tiga kelompok:

Pesawat terbang rendah sampai menengah yang ketinggian peredarannya antara 1.000 – 9.000 meter di atas permukaan bumiPesawat terbang tinggi, yaitu pesawat yang ketinggian peredarannya lebih dari 18.000 meter di atas permukaan bumiSatelit, wahana yang peredarannya antara 400 km – 900 km di luar atmosfer bumi.

Perolehan DataSunting

Data yang diperoleh dari inderaja ada 2 jenis :

Data manual, didapatkan melalui kegiatan interpretasi citra. Guna melakukan interpretasi citra secara manual diperlukan alat bantu bernama stereoskop. Stereoskop dapat digunakan untuk melihat objek dalam bentuk tiga dimensi.Data numerik (digital), diperoleh melalui penggunaan software khusus penginderaan jauh yang diterapkan pada komputer.

Pengguna DataSunting

Pengguna data merupakan komponen akhir yang penting dalam sistem inderaja, yaitu orang atau lembaga yang memanfaatkan hasil inderaja. Jika tidak ada pengguna, maka data inderaja tidak ada manfaatnya. Salah satu lembaga yang menggunakan data inderaja misalnya adalah:

Bidang militerBidang kependudukanBidang pemetaanBidang meteorologi dan klimatologi

»»  Baca Selengkapnya...

Dasar Fisika Inderaja

Penginderaan Jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah, atau fenomena yang dikaji (Lillesand Kieffer dan Chipman, 2008; Nicholas, 2009). Sistem penginderaan jauh terdiri dari penginderaan jauh sistem aktif dan passif. Penginderaan jauh sistem aktif menggunakan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan dan diterima oleh sistem itu sendiri atau menggunakan gelombang elektromagnetik buatan, sedangkan penginderaan jauh sistem passif menggunakan gelombang elektromagnetik yang bersumber dari matahari (Sutanto,1999). Matahari memancarkan gelombang elektromagnetik yang berbentuk spectrum diskotinue, spektrum gelombang elektromagnetik ditunjukkan pada Gambar 

Bagian julat sinar tampak (visible) dan perluasannya digunakan dalam sistem penginderaan jauh untuk pengambilan atau pengukuran data informasi mengenai sifat dari sebuah fenomena, objek atau benda dengan menggunakan alat perekam tanpa bersentuhan langsung dengan daerah, objek atau benda yang dikaji. Jadi dalam penginderaan jauh terdapat suatu proses perolehan informasi tentang karakteristik objek di permukaan bumi atau dekat permukaan bumi tanpa bersentuhan langsung dengan objeknya. Informasi spasial tentang objek, daerah, atau fenomena yang dikaji diperoleh melalui proses analisis data penginderaan jauh yang selanjutnya disebut citra pengenderaan jauh, citra penginderaan jauh diperoleh dari hasil rekaman interaksi antara objek dengan energi cahaya tampak dan perluasannya dalam bentuk gelombang elekromagnetik (Sutanto, 1999). 

Gambar disamping menunjukkan energi gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh matahari ke segala arah hingga berinteraksi dengan objek di permukaan bumi atau dekat permukaan bumi, kemudian gelombang elektromagnetik tersebut dipantulkan oleh objek tersebut ke sensor yang berada pada wahana satelit. Hasil rekaman spektral objek pada sensor dikirim ke stasiun penerima di Bumi, selanjutnya diolah dan disimpan sebagai data citra penginderaan jauh. Lillesand dan Kiefer (2008) bahwa objek dipermukaan bumi seperti vegetasi, tanah dan air memiliki respon spektral terhadap julat panjang gelombang elektromagnetik berbeda-beda. Perbedaan respon spektral tiap objek di permukaan bumi atau dekat permukaan bumi menjadi bahan kajian untuk membedakan objek di perbukaan bumi atau dekat permukaan bumi. Secara umum klasifikasi objek dipermukaan bumi terdiri dari objek vegetasi, tanah dan air. Karakteristik respon spektral objek tersebut terhadap julat panjang gelombang elektromagnetik ditunjukkan pada Gambar berikut 

Citra adalah gambaran rekaman suatu objek (biasanya berupa gambaran pada foto) yang dibuat dengan cara optik, elektro-optik, optik mekanik, atau elektronik. Pada umumnya menggunakan radiasi elektromagnetik yang dipancarkan atau dipantulkan dari suatu objek, tidak langsung direkam pada film. Simonett et al. (1983, dalam Sutanto, 1999). Citra digital adalah citra yang menggambarkan kenampakan permukaan (atau dekat permukaan) bumi, diperoleh melalui proses perekaman pantulan atau pancaran gelombang elektromagnetik secara tidak serentak dengan sensor pelarik yang terpasang pada suatu wahana, baik itu pesawat udara mapun wahana ruang angkasa atau wahana satelit. Campbell (2002) menyatakan, bahwa citra penginderaan jauh merupakan sumber informasi utama penutup lahan dan penggunaan lahan. Informasi tentang penutup lahan termasuk vegetasi yang biasa berassosiasi dengan hutan merupakan salah satu informasi permukaan bumi yang dapat diekstrak langsung dari citra pengingderaan jauh, sedangkan informasi tentang penggunaan lahan dapat diperoleh dengan bantuan data sekunder. Sutanto (1999) ada beberapa alasan yang mendasari pemanfaatan citra penginderaan jauh diantaranya: 1. Citra menggambarkan objek daerah dan gejala dari permukaan bumi dengan wujud dan letak objek yang mirip dengan wujud dan letak di permukaan bumi relatif lengkap, meliputi, daerah luas dan permanen. 2. Jenis citra tertentu dapat menimbulkan gambar tiga dimensi apabila pengamatannya dilakukan dengan alat yang disebut stereoskopis. 3. Karakteristik objek yang tak tampak dapat diujudkan dalam bentuk citra sehingga dimungkinkan pengenalan objeknya. 4. Citra dapat dibuat secara cepat meskipun untuk daerah yang sulit dijelajahi secara terestrial. 5. Merupakan satu-satunya cara untuk pemetaan daerah bencana (seperti pemetaan gunung api yang sedang meletus, terkena angin ribut dan daerah yang terkena gempa bumi. 6. Citra sering dibuat dengan periode ulang yang pendek. Kelebihan teknologi penginderaan jauh dalam menyadap informasi geospasial tersebut memungkinkan digunakan untuk berbagai kajian atau pemutakhiran basis data spasial permukaan bumi atau dekat permukaan bumi.

Daftar Pustaka.
Campbell, J.B., 2002. Introduction to Remote Sensing. 3rd Edition, New York: Guildford Press.
Nicolas, M., 2009. The Concept of Remote Sensing. didownload pada 22 Desember 2010 dari  http:/rst.gsfc.nasa.gov.
Lillesand. T.M., Kiefer, R.W., Chipman, J.W., 2004. Remote Sensing and Image Interpretation (Fifth Edition). John Wiley & Sons, Inc., New York.
Lillesand. T.M., Kiefer, R.W., Chipman, J.W., 2008. Remote Sensing and Image Interpretation (Sixth Edition). John Wiley & Sons, Inc., New York.
Syarifuddin, 2013. Aplikasi Citra Aster VNIR Multitemporal dan SIG untuk Evaluasi Perubahan Hutan Tahun 2006-2011. Kasus: Sebagian Kabupaten Muna-Sulawesi Tenggara Tesis. Yogyakarta: Fakultas Geografi. UGM. 
Sutanto, 1999. Penginderaan Jauh I. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 
Sutanto, 1999. Penginderaan Jauh II. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sumber: Farhan Abdul Musawwir

»»  Baca Selengkapnya...

Tuesday, September 5, 2017

Blackwalet

Black walet Tidak Hanya Sekedar Sabun Biasa..
Black Walet Juga Mampu Mendetox Wajah Setiap Hari.

Apa itu Detox?
Detox adalah Cara Mengeluarkan Racun2 Wajah Menjadi Sehat dan Cerah

Racun Bisa Berasal dari Polusi Udara, Debu & Zat2 Kimia Berbahaya Yg Tertimbun di Dalam Kulit Wajah

*REAKSI KULIT YANG UMUM TERJADI PADA SAAT PROSES PERBAIKAN KULIT*
"Atau Proses Detox"

*Kulit terasa hangat dan agak kemerah-merahan*
Penjelasan : Proses peningkatan metabolisme. Agar kulit dapat dipercepat meregenerasikan sel-sel baru

*Kulit terasa seperti digigit semut*
Penjelasan : Proses yang terjadi karena masuknya Glycolic Acid kedalam pori-pori dan akan hilang setelah kulit meyesuaikan diri

*Kulit terasa kencang, kaku dan kering. Kadang agak keriput*
Penjelasan : Proses yang terjadi karena pengeringan kulit menjelang pergantian sel-sel epidermis terluar yang rusak dengan yang baru

*Kulit terasa kasar dan terkelupas*
Penjelasan : Proses pergantian kulit yang rusak dengan yang baru

*Kulit terasa gatal*
Penjelasan : Proses yang terjadi menjelang pergantian kulit dan terkikisnya lapisan kulit luar

*Jerawat yang keluar sementara*
Penjelasan : Pembuangan kotoran-kotoran pada dermis dan pengurangan lemak pada dermis (kelenjar sebaseous)

*Pigmentasi yang samar-samar menjadi lebih jelas*
Penjelasan : Pengangkatan pigmentasi pada lapisan dalam menuju ke lapisan luar untuk selanjutnya di buang.

Teruskan Pemakaian Sampai Racun2 Keluar
Kulit Akan Kembali Normal, Sehat dan Cerah.
Bit.ly/FORMULIRBWI

»»  Baca Selengkapnya...

Blackwalet

*Penyebab Komedo Muncul Di Hidung Dan Wajah*

1. Produksi minyak berlebih
2. Penggunaan make up berlebih dan kurang menjaga kebersihan wajah
3. Gaya hidup yang bur uk
4. Stres
5. Makanan

Begitu banyak produk kecantikan yang diklaim dapat menghilangkan masalah komedo. Namun di sini, kita merekomendasikan untuk menggunakan prodak dg bahan alami dengan harga terjangkau . Prodak apa yang bisa digunakan untuk menghilangkan komedo? Ini dia.

Black Walet Facial Soap merupakan sabun dengan bahan dasar 100% racikan Herbal Oil, dengan salah satu bahan utamanya yaitu Ekstrak Air Liur Walet yang sangat berkhasiat untuk kecantikan. Bahan-bahan tersebut bekerja secara alami dan cocok untuk segala macam jenis kulit perempuan maupun laki-laki disegala usia.

Dengan pemakaian yang teratur dan benar Black Walet Facial Soap mampu mengatasi segala macam keluhan dan permasalahan kulit diwajah secara berangsur-angsur.
1 paket Black Walet Facial Soap terdiri dari 3 pcs dengan berat masing-masing @ 45g dalam kemasan, dan sudah mengantongi izin dari B-POM dengan nomor NA18160500116.

*MANFAAT BLACK WALET FACIAL SOAP :*
🌸 Mampu untuk meregenerasi kulit
🌸 Mengangkat sel kulit mati
🌸 Menghilangkan flek hitam
🌸 Memudarkan kerutan
🌸 Menghilangkan jerawat
🌸 Mencerahkan kulit wajah
🌸 Mengecilkan pori-pori besar
🌸 Melembutkan kulit wajah seperti kulit bayi
🌸 Membersihkan wajah dari kotoran dan minyak yang menempel...

HEMAT
TERJANGKAU
AMAN UNTUK SEMUA JENIS KULIT
COCOK UNTUK PRIA & WANITA
Pemesanan & Gabung
Bit.ly/FORMULIRBWI

»»  Baca Selengkapnya...